Strategi Facebook dengan Domba...?

Posted by Noer Rachman Hamidi


Belanja negara kita tahun ini akan berkisar 1,840 trilyun, jumlah uang yang seolah tidak terbayangkan banyaknya ini ( berapa angka nol-nya ?) sudah habis teralokasikan untuk hal-hal yang nyaris rutin. Bahkan untuk membiayai belanja negara  tersebut, kita masih harus hutang sekitar 175 trilyun.

Dengan pendapatan dan belanja negara yang nyaris tanpa terobosan selama beberapa dekade tersebut,  maka yang terjadi adalah juga tidak ada terobosan dalam pengentasan kemiskinan. Data Bank Dunia terakhir masih menunjukkan di negeri ini ada 43.3 juta orang yang daya belinya kurang dari US$ 2/ hari, padahal inipun masih 1/5 dari tingkat kemiskinan standar Islam yang 20 Dinar.

Dengan APBN yang rutin dan cenderung monoton, nyaris tidak terbayangkan misalnya negeri ini akan mampu mengalokasikan 1/3 dari belanja negara untuk mengentaskan kemiskinan misalnya. Padahal kira-kira sejumlah inilah yang kita butuhkan untuk bisa mengentaskan kemiskinan secara drastis.

Jumlah tersebut, yang saya perkirakan nilainya sekitar US$ 61 milyar – tidak mungkin juga kita peroleh dengan berhutang, membabat hutan, menguras tambang dlsb. yang memang sudah selama ini kita eksploitasi habis-habisan. Jadi apa alternatifnya untuk memperoleh modal pengentasan kemiskinan yang significant tersebut ?

Yang paling memungkinkan adalah mengeksplorasi habis-habisan sumber daya paling berharga dari bangsa ini, yaitu sumber daya manusianya. Sangat banyak otak-otak cerdas negeri ini yang bisa dieksplorasi dan diintegrasikan menjadi apa yang disebut industri kreatif yang 'killing' istilah anak mudanya.

Kalau saja kita bisa menghasilkan kreatifitas layaknya kreatifitas empat sekawan pendiri Twitter (Evan Williams, Noah Glass, Jack Dorsey dan Biz Stone), maka mereka bisa mengeruk modal sampai sekitar US$ 27 milyar di pasar global.

Kalau saja dari 250 juta orang di negeri ini kita bisa menemukan satu orang sekelas Mark Zuckerberg – pendiri Facebook, maka dia bisa meraup modal US$ 156 milyar di pasar global.

Jadi kebutuhan modal kita yang sekitar US$ 61 milyar, sebenarnya hanya senilai kapitalisasi pasar antara Twitter dan Facebook. Ini bisa kita lakukan bila kita bukan hanya belajar dari social media dan data yang selama ini sudah kita gunakan, tetapi belajar dari kreatifitasnya dalam menarik modal dari pasar global.

Saya yakin seyakin-yakinnya bahwa sumber daya manusia kita tidak kalah dengan mereka, pasti ada orang-orang Indonesia yang mampu menyaingi kecerdasan dan kreatifitas mereka ini. Yang diperlukan adalah bagaimana pemerintahan yang baru nanti bisa membangun environment yang kondusif, sehingga kreatifitas-kreatifitas anak negeri ini mendapatkan jalannya untuk berkembang secara maksimal. Bila perlu beri insentif perijinan, modal awal, pembinaan dlsb-dlsb agar bener-bener terlahir industri kreatif yang 'killing' dalam skala global.

Lantas untuk apa seandainya dana modal yang US$ 61 milyar atau setara dengan 1/3 APBN kita tahun ini tersebut bener-bener bisa terkumpul ? Saya tertarik untuk membagikannya ke 43.3 juta orang yang tergolong miskin di negeri ini sesuai data Bank Dunia tersebut di atas.

Tetapi tidak diberikan dalam bentuk uang tunai, diberikan dalam bentuk domba yang kemudian dikelola bersama-sama secara syirkah dengan para professional dibidangnya. Maka masing-masing orang akan mendapatkan 8 ekor domba sebagai modal awal.

Dari 8 ekor domba inilah yang kemudian dalam periode 2-4 tahun - tergantung percepatan efektif yang dihasilkannya – 43.3 juta orang tersebut akan mentas kemiskinannya dengan standar 40 domba ( anggap rata-rata masih ukuran sedang @ ½ Dinar).

Inilah standar kemakmuran minimal umat ini , yaitu 40 ekor domba dimana dia sudah mulai terkena wajib zakat. Standar ini sekitar 5 kali lebih tinggi dibandingkan standar tingginya Bank Dunia yang US$ 2/hari.

Jadi dengan dua langkah kombinasi antara industri kreatif untuk menarik modal global, dan solusi domba – kita akan mampu mengatasi dua masalah sekaligus. Pertama mengentaskan kemiskinan, kedua meningkatkan konsumsi daging nasional kita untuk mencapai rata-rata yang dikonsumsi masyarakat dunia di angka 41 kg/kapita/tahun dari kondisinya sekarang yang hanya 10 kg/kapita/tahun.

Karena tulisan ini juga menyebar melalui Twitter dan Facebook, saya berharap Anda para calon presiden atau team sukses Anda juga membaca tulisan ini. Siapa tahu Anda bener-bener terpilih dan kemudian amanah untuk memakmurkan rakyat ini jatuh ke pundak Anda – Anda sudah punya salah satu solusinya ini. InsyaAllah.


www.rumah-hikmah.com

Tulisan Terkait:

Info Bisnis:

Info Keuangan:
coconut fiber indonesia - civet coffee beans luwak indonesia - rumah baru dekat tol di jatiasih - eksportir indonesia - solusi properti - rumah dinar - manufaktur indonesia - agribisnis indonesia - white copra indonesia - coconut coir pellets - jual panel beton murah siap pakai - jasa pasang panel beton - jual komponen nepel, mur, baut, spare parts ac, kuningan - komponen, nepel, mur, baut, ac, kuningan - industri manufaktur pengecoran kuningan - brass foundry casting manufacturer - brass billets, bullets, neple, nut, bolt, fitting, parts - tanah di kawasan strategis - rumah baru eksklusif dekat tol - rumah murah dekat tol - jual tanah di sudirman - jual tanah di kuningan - jual tanah dekat menteng - paket tour perjalanan wisata - apakah dinar emas - tanya jawab dinar - jual dinar - beli dinar - dinar emas -

Description: Strategi Facebook dengan Domba...?
Rating: 4.5
Reviewer: google.com
ItemReviewed: Strategi Facebook dengan Domba...?
SelengkapnyaStrategi Facebook dengan Domba...?

Menyimak kembali tànaman Alfaafa dari Al Quran

Posted by Noer Rachman Hamidi


Solusi agar kita tidak meninggalkan generasi yang lemah sesudah kita, dan juga solusi agar anak-anak kita tumbuh sama tinggi dengan bangsa lain di dunia ini insyaallah sudah begitu jelas – tinggal menunggu tindakan nyata kita untuk mengimplementasikannya.

Salah satu solusi ini adalah hasil diskusi yang membahas surat An-Naba' (Berita Besar) ayat ke 16. Ayat tepatnya berbunyi "wa jannaatin alfaafa" yang oleh penterjemah Departemen Agama diartikan sebagai "dan kebun-kebun yang rindang". Mungkin karena keterbatasan bahasa Indonesia, ayat tersebut diatas diterjemahkan sama persis dengan ayat lain yang berbunyi "wa khadaa iqo ghulba" (QS 80 :30) yang terjemahannya juga "dan kebun-kebun yang rindang" .

Sangat bisa jadi Allah mempunyai maksud lain ketika menggunakan kalimat yang berbeda untuk menggambarkan "kebun-kebun yang rindang" tersebut. Bisa jadi alfaafa yang menurut ustadz saya dalam bahasa arab umumnya berarti "berkumpul, bercampur baur, berdekat-dekatan" untuk meggambarkan banyaknya pohon dalam kebun dlsb.; juga berarti nama jenis tanaman tertentu ?.

Di dunia ini memang ada tanaman luar biasa yang dalam bahasa Inggris disebut Alfalfa atau dalam bahasa latinnya disebut Medicago Sativa - bisa jadi ini adalah tanaman Alfaafa dalam ayat tersebut diatas !. Karena menurut sejarah tanaman ini sudah ada sejak 6,000 tahun sebelum Masehi , dan dokumen tertua yang ada menjelaksan tentang tanaman Alfalfa ini adalah dokumen di Turki yang ditulis kurang lebih 1300 tahun sebelum masehi. Jadi tanaman Alfalfa memang ada pada saat Al-Qur'an turun !.

Terlepas dari kebenaran yang masih perlu dikaji – yaitu apakah yang disebut di Al Qur'an sebagai "wa jannaatin alfaafa" ini adalah "kebun-kebun yang rindang" secara umum, atau secara khusus diarahkan untuk kebun Alfalfa. Yang jelas tanaman Alfalfa ini memang merupakan karunia yang luar biasa dari Allah untuk umat manusia di dunia.

Karunia tersebut antara lain adalah :

  1. Akarnya yang sangat dalam masuk ketanah, selain menjadi penahan erosi yang sangat efektif juga dapat menyerap hampir seluruh unsur-unsur penting yang ada di dalam tanah.
  2. Memiliki protein yang sangat tinggi, dari sebuah riset di Kroasia, tangkai Alfalfa bisa mengandung protein sampai sekitar 18% ; dan bahkan daunnya bisa diatas 30 %.
  3. Dengan kandungan protein yang sangat tinggi tersebut, maka seluruh hewan ternak ruminansia (sapi, kerbau, kambing dlsb) akan sangat cepat tumbuh bila diberi makan dari Alfalfa ini.
  4. Bahkan daun Alfalfa memiliki kandungan klorofil yang sangat tinggi yang bermanfaat untuk kesehatan manusia.
  5. Dlsb.dlsb.

Lantas apa kaitannya tanaman Alfalfa ini dengan krisis berkurang tinggi-nya anak-anak Indonesia yang disebabkan oleh kurangnya makan daging ?.

Daging dari sapi, kambing dan lain sebagainya akan mudah dihasilkan dengan murah bila ditemukan tanaman yang mengandung protein tinggi seperti tanaman Alfalfa ini. Tidak heran negeri seperti Amerika menanam tambahan sekitar 9.2 juta hektar tanaman ini setiap tahunnya untuk makanan ternak mereka. Nilai ekonomi tanaman Alfalfa di negeri tersebut sangat tinggi ( nomor ketiga setelah jagung dan kedelai) karena menjadi sumber pakan ternak yang sangat efektif ini.

Lantas mengapa tidak kita tanam saja banyak-banyak agar kambing dan sapi kita cepat tumbuh – agar daging menjadi murah dan terjangkau oleh seluruh rakyat ?. Tidak mudah memang, beberapa pihak di tanah air sudah mencobanya tetapi belum berhasil.

Saat ini kita bisa membeli benih tanaman ini dari luar tetapi yang sudah dibuat infertile oleh produsennya. Inilah jahatnya mereka, mereka tidak menghendaki tanaman yang luar biasa ini tumbuh di negeri seperti Indonesia – agar negeri seperti kita ini tetap tergantung pada negara-negara tersebut untuk terus impor daginng dlsb.

Tetapi one way or another , kita harus bisa menumbuhkan tanaman ini banyak-banyak di negeri kita ini, agar kita bisa beternak kambing dan sapi banyak-banyak secara efisien. Agar anak-anak negeri ini mampu makan daging secara cukup kedepannya. Apalagi bila benar Alfalfa ini adalah tanaman yang disebut di surat An-Naba' tersebut diatas, pasti manfaatnya untuk seluruh umat manusia – tidak hanya bangsa negara maju saja.

Melihat potensi yang begitu besar ini, kami mengundang para ahli dan praktisi pertanian di seluruh Indonesia – yang memiliki pengetahuan atau pengalaman langsung dengan Alfalfa ini - untuk membantu kami membudi dayakan Alfalfa ini secara luas di Indonesia. Kami terbuka untuk berbagai bentuk kerjasama yang baik untuk membangun kegenerasi yang kuat kedepan, generasi penghafal Al-Qur'an yang minum susu kambing secara cukup dan juga makan daging yang cukup.

Siapa tahu Anda bisa menjadi bagian dari solusi atas masalah-masalah besar yang terkait dengan sumber pangan bangsa ini kedepan. Solusi yang petunjuknya sudah begitu jelas ada di Al-Qur'an . InsyaAllah bersama kita bisa !.


www.rumah-hikmah.com

Tulisan Terkait:

Info Bisnis:

Info Keuangan:
coconut fiber indonesia - civet coffee beans luwak indonesia - rumah baru dekat tol di jatiasih - eksportir indonesia - solusi properti - rumah dinar - manufaktur indonesia - agribisnis indonesia - white copra indonesia - coconut coir pellets - jual panel beton murah siap pakai - jasa pasang panel beton - jual komponen nepel, mur, baut, spare parts ac, kuningan - komponen, nepel, mur, baut, ac, kuningan - industri manufaktur pengecoran kuningan - brass foundry casting manufacturer - brass billets, bullets, neple, nut, bolt, fitting, parts - tanah di kawasan strategis - rumah baru eksklusif dekat tol - rumah murah dekat tol - jual tanah di sudirman - jual tanah di kuningan - jual tanah dekat menteng - paket tour perjalanan wisata - apakah dinar emas - tanya jawab dinar - jual dinar - beli dinar - dinar emas -

Description: Menyimak kembali tànaman Alfaafa dari Al Quran
Rating: 4.5
Reviewer: google.com
ItemReviewed: Menyimak kembali tànaman Alfaafa dari Al Quran
SelengkapnyaMenyimak kembali tànaman Alfaafa dari Al Quran

Isu virus mers, apakah karena Onta..?

Posted by Noer Rachman Hamidi


Pesan dari ust Multazam dari Mekkah

Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh..

Ditujukan kepada Umat islam diseluruh penjuru dunia & yang berada di Indonesia pada khususnya yang mau Umrah atau Haji..

Mengenai isu (fitnah) virus mers yang katanya dari onta, itu sangat bertentangan dengan Al-Qur'an yang dengan jelas memberi tuntunan kepada kita.

 إن جاءكم فاسق بنبأ فتبينوا

( jika datang kepada kalian orang fasik dgn membawa berita, maka memperjelaslah kalian (dudukpermasalahan berita tadi).

Artinya, " kita jangan mudah percaya".

Onta adalah makhluq ALLAH ta'ala yang langka, yang bisa bertahan hidup dibawah terik matahari ditengah gurun sahara walau sengatan sinar matahari itu sampe diatas 50 Dc & bisa berjalan 70mil tanpa berhenti juga bisa bertahan tidak makan dan minum slama 3 hari 3 malam, Hewan ini pernah dikendarai Nabi Muhammadshallallahu 'alayhi wasallam. Onta diabadikan dalam Alquran, Firman ALLAH ta'ala.

أفلا ينظرون إلى الإبل كيف خلقت..

(Tidakkah mereka memeperhatikan bagaimana unta itu diciptakan ..??).

Jika virus Mers memang berasal dari onta bagaimana dengan penggembala onta yang setiap saat hidup bersamanya ?? Kenapa bukan penggembala itu yg pertama kali kena ??

Isu ini bukan penanggulangan Virus, tetapi penggalangan dana yang sasarannya adalah jamaah umrah dan haji sebagaimana suntik miningitis… Kemana dananya ?? Bagaimana dengan mereka yang ibadah umrah & Haji tanpa disuntik miningitis ?? Matikah mereka ?? Atau sakitkah ??

 لعنة الله على الكفار الذين يحاربون الإسلام.     والمسلمين بأفواههم

Dilarang bagi semua muslim meyakini,membaca dan menyebarkan fitnah virus mers… 

 Harap kerjasamanya kepada seluruh umat islam menyebarkan berita ini sebagai bentuk perlawanan kita kepada mereka yang jelas-jelas memerangi umat islam… Semoga ALLAH ta'ala membalas niat jihad kita dengan ridha & ampunan. Aamiin..‎

Wallahu A'lam.

www.rumah-hikmah.com

Tulisan Terkait:

Info Bisnis:

Info Keuangan:
coconut fiber indonesia - civet coffee beans luwak indonesia - rumah baru dekat tol di jatiasih - eksportir indonesia - solusi properti - rumah dinar - manufaktur indonesia - agribisnis indonesia - white copra indonesia - coconut coir pellets - jual panel beton murah siap pakai - jasa pasang panel beton - jual komponen nepel, mur, baut, spare parts ac, kuningan - komponen, nepel, mur, baut, ac, kuningan - industri manufaktur pengecoran kuningan - brass foundry casting manufacturer - brass billets, bullets, neple, nut, bolt, fitting, parts - tanah di kawasan strategis - rumah baru eksklusif dekat tol - rumah murah dekat tol - jual tanah di sudirman - jual tanah di kuningan - jual tanah dekat menteng - paket tour perjalanan wisata - apakah dinar emas - tanya jawab dinar - jual dinar - beli dinar - dinar emas -

Description: Isu virus mers, apakah karena Onta..?
Rating: 4.5
Reviewer: google.com
ItemReviewed: Isu virus mers, apakah karena Onta..?
SelengkapnyaIsu virus mers, apakah karena Onta..?

Komposisi Pakan, Pangan dan Energi menurut Ayat-AyatNYA

Posted by Noer Rachman Hamidi

Amerika Serikat menggunakan produksi jagungnya untuk menutupi kebutuhan energi dengan memprosesnya menjadi bio-ethanol, negeri tetangganya Meksiko mengalami krisis pangan sampai terjadi huru-hara tortilla. Ketika China menyedot habis produksi kedelai dunia untuk mengejar kebutuhan pakan ternaknya, rakyat Indonesia nyaris tidak bisa membeli kedelai sebagai sumber protein makanan khas tahu-tempenya. Manusia modern ternyata serba gamang dalam memenuhi keseimbangan kebutuhan pakan, pangan dan energinya. Lantas siapa yang bisa menjaga keseimbangan ini ?

Yang bisa hanyalah manusia yang membenarkan, meyakini dan kemudian menggunakan petunjukNya dalam mengelola bumi dan langit seisinya yang telah ditundukkanNya untuk kepentingan manusia.

Untuk keseimbangan tiga kebutuhan pakan , pangan dan energi misalnya, ayat-ayatNya jelas mengindikasikan alokasinya masing-masing. Sebagiannya ada yang berhimpitan antara pakan dan pangan atau antara pangan dan energi, tetapi secara keseluruhan proporsinya nampak jelas.

Gambaran umum tentang mana-mana tanaman yang untuk pakan, pangan dan energi dapat diilustrasikan dalam grafik spectrum di bawah.
Spektrum Pakan, Pangan dan Energi
Rerumputan misalnya jelas untuk pakan ternak, tetapi biji-bijian bisa untuk pakan ternak dan lebih banyaknya untuk manusia. Buah-buahan umumnya untuk pangan manusia, tetapi bisa juga dalam jumlah yang lebih sedikit untuk energi. Kurma umumnya untuk pangan manusia, bila berlebih bisa untuk produksi bio-ethanol. Zaitun untuk pangan manusia, bila berlebih bisa untuk bio-diesel. Kayu atau cellulose pohon untuk energi baik digunakan langsung atau diambil produk turunannya seperti bio-ethanol.
Komposisi Ayat Tentang Pakan Pangan dan Energi
Bila kita gunakan jumlah penyebutan dalam ayat-ayat tersebut di atas untuk menggambarkan komposisi tanaman atau hasil tanaman yang digunakan untuk pakan, pangan dan energi, maka akan dihasilkan alokasi kurang lebih seperti dalam ilustrasi garfik disamping.

Mayoritas tanaman untuk pangan manusia, kemudian dalam jumlah yang hampir sama untuk ternak  dan dalam jumlah yang lebih kecil untuk energi. Ternak dan energi tentu akhirnya juga untuk manusia sebagaimana firmanNya bahwa : "…Sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan) mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin. …" (QS 31:20).

Menariknya adalah agar pangan manusia tidak berebut dengan pakan ternak, maka ternak yang pakannya sejenis pangan manusia – yaitu  unggas yang memakan biji-bijian atau padi-padian – komposisinya dalam pemenuhan protein hewani diindikasikan jauh lebih kecil ketimbang ternak besar (berkaki empat) yang pakannya tidak harus berebut dengan manusia.

Untuk pakan hewan ternak besar – meskipun bisa saja diberi pakan dari biji-bijian atau padi-padian - petunjukNya jelas berupa hijauan atau rerumputan, dan lebih khusus lagi dengan menggembalakannya di antara tanaman pepohonan dan segala macam buah-buahan (QS 80:24-32 ; QS 16:10-11).

Sumber protein hewani lainnya yang kedua terbesar untuk manusia adalah dari jenis ikan – yang pada umumnya juga tidak berebut sumber pakannya dengan manusia. Sumber protein hewani yang satu ini tersedia melimpah di laut, tinggal manusianya mampu mengelolanya atau tidak.
Komposisi Ayat Tentang Sumber Protein Hewani
Maka komposisi sumber protein hewani untuk manusia bila menggunakan jumlah penyebutan dalam ayat-ayatNya - untuk menggambarkan tingkat kepentingannya  - akan menjadi seperti grafik di samping.

Sumber protein dari ternak besar terungkap dalam  setidaknya 7 ayat atau 64%, dari ikan terungkap dalam 3 ayat atau 27 % dan dari unggas terungkap dalam 1 ayat atau 9%.

Dengan indikasi-indikasi tersebut maka arah pemenuhan kebutuhan manusia yang seimbang dengan daya dukung alam itu menjadi jelas. Untuk kebutuhan protein prioritasnya adalah dari ternak besar – khususnya yang digembalakan, karena selain menghasilkan protein yang murah – juga menyuburkan lahan-lahan untuk berbagai kebutuhan manusia lainnya.

Prioritas kedua adalah dari ikan – khususnya ikan laut, karena sumbernya yang melimpah dan pakannya tidak berebut dengan pangan manusia. Baru yang terakhir sejumlah yang terbatas dari unggas – yang karena pakannya bisa berebut sumber dengan pangan manusia – maka jenis protein hewani yang terakhir ini seharusnya tidak terlalu banyak.

Kajian ini tentu saja baru berupa pancingan awal, para ahli di segala bidangnya masing-masing silahkan mendalaminya. Tetapi intinya yang ingin kita sampaikan  adalah bahwa petunjukNya itu jelas dan akan menjadi pembeda – antara yang mendapat/menggunakan petunjukNya dengan yang tidak (QS 2:185), dan petunjukNya itu menjadi jawaban untuk segala macam persoalan (QS 16:89) – termasuk dalam hal keseimbangan pemenuhan tiga kebutuhan yaitu pakan, pangan dan energi ini, InsyaAllah.

www.rumah-hikmah.com

Tulisan Terkait:

Info Bisnis:

Info Keuangan:
coconut fiber indonesia - civet coffee beans luwak indonesia - rumah baru dekat tol di jatiasih - eksportir indonesia - solusi properti - rumah dinar - manufaktur indonesia - agribisnis indonesia - white copra indonesia - coconut coir pellets - jual panel beton murah siap pakai - jasa pasang panel beton - jual komponen nepel, mur, baut, spare parts ac, kuningan - komponen, nepel, mur, baut, ac, kuningan - industri manufaktur pengecoran kuningan - brass foundry casting manufacturer - brass billets, bullets, neple, nut, bolt, fitting, parts - tanah di kawasan strategis - rumah baru eksklusif dekat tol - rumah murah dekat tol - jual tanah di sudirman - jual tanah di kuningan - jual tanah dekat menteng - paket tour perjalanan wisata - apakah dinar emas - tanya jawab dinar - jual dinar - beli dinar - dinar emas -

Description: Komposisi Pakan, Pangan dan Energi menurut Ayat-AyatNYA
Rating: 4.5
Reviewer: google.com
ItemReviewed: Komposisi Pakan, Pangan dan Energi menurut Ayat-AyatNYA
SelengkapnyaKomposisi Pakan, Pangan dan Energi menurut Ayat-AyatNYA

Ketika Logika Manusia tidak sesuai dengan PetunjukNYA

Posted by Noer Rachman Hamidi


Tahun 2050 atau  36 tahun dari sekarang, penduduk bumi diperkirakan akan mencapai 9 milyar. Dalam jumlahnya yang sekarang di kisaran 7.23 Milyar-pun dunia sudah sulit memenuhi kebutuhan pokok dalam bentuk pangan, energi dan air (Food, Energy and Water – FEW) – apa jadinya ketika bumi bertambah hampir dua milyar lagi penduduknya ? Maka bila pengelolaan pangan bagi penduduk bumi tidak segera berubah, saat itu sapi-pun bisa menjadi  buas. Kok bisa ? Apa hubungannya dengan masalah pangan ? dan ini tentu bukan science fiction !

Seriusnya masalah pangan bagi penduduk dunia yang akan mencapai 9 milyar ini menjadi topik utama majalah internasional dibidang geography , sejarah dan budaya yaitu National Geographic edisi Mei 2014 ini. Tidak tanggung-tanggung, majalah yang terbit dalam 36 bahasa dengan oplah 8.6 juta ini akan menjadikan tema problem pangan bagi dunia tersebut sampai 8 edisi berikutnya hingga  akhir tahun 2014 ini.

Saya mengenal majalah yang sudah berusia 126 tahun (terbit pertama 1888) tersebut sejak mahasiswa dahulu, dan Alhamdulillah kini bisa melihatnya secara lebih kritis – sambil membaca apa yang mereka tulis, saya juga menggunakan wawasan Al-Qur’an untuk memahami apa yang mereka tidak tulis.

Sebagai contoh, pengantar tema besar tentang pangan yang akan terbit sampai delapan edisi kedepan tersebut – menarik sekali untuk dilihat dari kacamata Al-Qur’an – betapa nyaris sempurnanya kekeliruan mereka dalam mengelola pangan bagi dunia ini.

Saya kutipkan penuh pembukaannya, lantas akan saya beri tanda dan ulasan dimana kekeliruan atau masalah-masalahnya itu :

“Pertanian termasuk penyumbang terbesar bagi pemanasan global, menghasilkan gas rumah kaca lebih banyak dari gabungan mobil, truk, kereta api, dan pesawat terbang. Sebagian besar berasal dari metana yang dilepaskan oleh ternak dan sawah, dinitrogin oksida dari ladang yang dipupuki, dan karbon dioksida dari penebangan hutan tropis untuk bertani dan beternak.

Pertanian paling rakus menggunakan persediaan air kita yang berharga dan merupakan salah satu pencemar utama. Limpahan dari pupuk dan kotoran hewan merusak danau, sungai, dan ecosystem pesisir yang rapuh di seluruh dunia.

Pertanian juga mempercepat hilangnya keanekaragaman hayati. Ketika membuka padang rumput dan hutan untuk tani, kita melenyapkan habitat penting, sehingga pertanian merupakan pendorong utama punahnya kehidupan liar.

Tantangan lingkungan yang menyertai pertanian sangatlah besar, dan akan semakin mendesak saat kita berusaha memenuhi kebutuhan pangan yang kian tinggi di seluruh dunia.

Sebelum pertengahan abad ini, jumlah mulut yang perlu diberi makan mungkin akan bertambah dua milyar lagi – seluruhnya sembilan milyar orang lebih. Namun pertumbuhan penduduk yang pesat bukan satu-satunya penyebab kita perlu makanan lebih banyak kelak.

Penyebarluasan kemakmuran di seluruh dunia, terutama di Tiongkok dan India ,mendorong kenaikan permintaan daging, telur dan produk susu. Hal ini memperbesar tekanan untuk menanam lebih banyak jagung dan kedelai guna memberi makan lebih banyak ternak, babi dan ayam.

Jika pola ini berlanjut, tantangan ganda berupa pertambahan penduduk dan pola makan lebih sarat daging ini akan mengharuskan kita menggandakan jumlah tanaman kita sebelum 2050”. (National Geographic , Mei 2014)

Dari tujuh paragraph kata pengantar tersebut, saya melihat ada lima masalah besar (di paragraph-paragraph yang saya tebalkan) – yang sebenarnya tidak perlu terjadi bila pengelolaan pangan dunia ini dikelola dengan keimanan dan mengikuti petunjukNya.

Pertama adalah tentang pemanasan global. Pertanian adalah cara manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup utama yaitu pangan, maka bila aktivitas bertani berakibat merusak lingkungan dan menimbulkan pemanasan global – pasti cara bertaninya yang keliru.

Dengan petunjuk Al-Qur’an sebenarnya jelas, bahwa bertani tidak harus menebang hutan dan tidak harus menebar pupuk. Konsep WATANA (Wana, Tani, Ternak) yang bahkan sudah saya bukukan, akan memungkinkan kita mengelola hutan , lahan pertanian dan sekaligus peternakan dengan system gembalaan dalam satu kesatuan yang terintegrasi.

Hutan terlestarikan, kebutuhan pangan nabati tercukupi, demikian pula kecukupan pangan hewani tercukupi dengan murah karena pakan yang melimpah. Tidak ada limbah hewan yang merusak lingkungan, dia tersebar dengan sendirinya ketika hewan-hewan tersebut merumput – menjadikannya pupuk bagi lingkungannya. Dalam Al-Qur’an kondisi seperti ini dijelaskan dalam surat 34:15.

Kedua pertanian paling rakus menggunakan persediaan air kita. Justru sebaliknya, dengan pertanian yang terintegrasi dengan kehutanan dan peternakan – lahannya akan menjadi subur. Berbagai pepohonan akan tumbuh, dan melalui system perakaran pohon –pohon inilah air yang turun di bumi dikelola. Ini dijelaskan di Al-Qur’an di surat 16:10-11, dan secara spesifik tanaman-tanaman tertentu akan memancarkan mata air (QS 36:34) dan bahkan mengalirkan anak sungai (QS 19:24).

Ketiga pertanian juga mempercepat hilangnya keanekaragaman hayati. Lagi-lagi ini hanya terjadi bila pertanian dilakukan dengan membabat hutan dan menebarkan pupuk kimia. Membabat hutan berarti merusak habitat tumbuhan maupun hewan, sedangkan pupuk-pupuk kimia meninggalkan racun di bumi.

Keempat perebutan pangan dan pakan berupa jagung dan kedelai. Biji-bijian seperti jagung dan kedelai mestinya lebih banyak untuk manusia dan sebagian kecil untuk ternak. Manusia seharusnya lebih banyak memakan daging dari ternak yang digembala – sehingga tidak berebut pakannya dengan kebutuhan manusia. Kedua manusia bisa menggunakan lebih banyak sumber protein dari ikan khususnya ikan laut, yang juga tidak berebut pakan dengan manusia.

Sangat banyak ayat-ayatNya yang mengindikasikan kesimbangan antara pakan, pangan dan energi tersebut yang bahkan sudah saya tulis secara khusus pada tulisan tanggal 26 April 2014 - sebelum majalah National Geographic edisi Mei 2014 ini terbit.

Kelima peningkatan kebutuhan pangan berupa daging berakibat kebutuhan hasil pertanian yang berlipat ganda - seperti jagung dan kedelai untuk pakan. Lagi-lagi kekeliruan dan masalah semacam ini yang tidak perlu terjadi bila manusia mau menggunakan petunjukNya tentang daging apa yang mestinya dimakan (QS 6 : 143-144) dan untuk hewan-hewan ternak ini sendiri apa pakannya (QS 80 : 31-32 dan QS 16 :10).

Ketika manusia tidak menggunakan petunjukNya, penyimpangan jalannya akan semakin jauh dari waktu ke waktu. Kesalahan yang satu menimbulkan kesalahan yang lainnya. Misalnya gara-gara ternak harus mereka beri biji-bijian yang dikonsumsi manusia juga (jagung dan kedelai), maka mereka mulai berhitung bagaimana cara menurunkan kebutuhan pakan dari biji-bijian ini.

Mereka mengitrodusir konsep efisiensi menurut mereka sendiri. Misalnya dari 100 kalori biji-bijian, bila diberikan ternak yang menghasilkan susu akan hanya dihasilkan 40 kalori susu. Bila diberikan ke ternak yang menghasilkan telur, hanya akan dihasilkan 22 kalori dari telur. Bila diberikan ke ayam, hanya menghasilkan 12 kalori dari daging ayam. Bila diberikan ke babi akan menghasilkan 10 kalori dari daging babi, dan bila diberikan ke sapi hanya menghasilkan 3 kalori dari daging sapi.

Dari hitungan ini, maka mereka akan menggeser konsentrasi daging yang mereka makan dari daging sapi ke daging babi dan ayam. Ketika ini mereka lakukan, maka masalah menjadi mbulet lagi – karena untuk menumbuhkan ayam dan babi yang banyak mereka harus menanam jagung dan kedelai yang lebih banyak lagi.

Ketika mencari pakan ternak yang bergizi dari jenis tanaman ini menimbulkan kesulitan bagi mereka, maka lahirlah kekeliruan berikutnya yang akibatnya bisa lebih fatal dalam jangka panjang. Untuk mempercepat pertumbuhan produksi ternak dan produk ternak mereka, mereka mulai menggunakan sumber pakan hewani. Yang umum digunakan adalah tepung ikan (fish meal), tepung daging dan tepung daging tulang (meat meal and meat bone meal) dan bahkan tepung darah karena menurut mereka memiliki kandungan protein yang sangat tinggi – sampai 80 % !

Masalah yang sangat besar sedang menunggu ketika hewan-hewan ternak mulai diberi pakan dari tepung ikan , daging dan bahkan darah. Apa masalah besar itu ?

Ketika kita belajar fiqih makanan dahulu, pertama kali yang kita pelajari adalah mana-mana makanan yang halal dan mana makanan yang haram. Untuk makanan dari hewan darat, yang halal secara umum adalah hewan yang makan tanaman (herbivora) seperti domba, kambing dan sapi. Yang haram adalah hewan yang makan hewan lain (karnivora) seperti macan dan singa.

Nah sekarang apa jadinya kalau sapi yang semestinya herbivora tersebut mulai diberi makan tepung ikan, daging dan bahkan darah ? masih halalkah ? Maka sebelum sapi-sapi tersebut berevolusi manjadi  buas – yang akan memusingkan para ulama untuk memutuskan halal-haramnya, hewan-hewan tersebut harus dikembalikan ke fitrahnya. Mereka harus dikembalikan untuk makan rumput di lahan-lahan gembalaan sesuai petunjukNya, jangan terlalu banyak mengandalkan biji-bijian juga karena akan berebut dengan pangan manusia dan kwalitas dagingnya-pun belum tentu sesuai fitrahnya.

Dengan mengembalikan ternak-ternak ini untuk (kembali) makan rumput khususnya dengan system gembala, pertama kita tidak akan ragu tentang kehalalannya, dan kedua terbukti secara ilmiah bahwa di antara makanan tersehat didunia itu adalah daging domba yang digembala makan rumput – yang disebut grass-fed lamb !

Maka jangan tunggu krisis pangan yang lebih serius datang menghampiri kita dan anak cucu-kita, jangan tunggu sapi dan ternak lainnya menjadi buas – mari kita mulai benar-benar menggunakan petunjukNya dalam seluruh bidang kehidupan kita, termasuk dalam urusan kebutuhan yang sangat besar ini.

Ditulis oleh Ustadz Muhaimin Iqbal.

*/
Ilmu manusia hanyalah dzon atau dugaan – yang nampak benar sesaat tetapi kemudian bisa menjadi sangat salah di kemudian hari, sedangkan ilmu Allah adalah hak – kebenarannya hingga akhir jaman. Allah menyimpan ilmu yang sangat luas kadang bahkan cukup dalam satu kata  – seperti  tusiimuun (kamu menggembala - QS 16:10), tetapi satu kata ini hampir secara keseluruhan sudah cukup untuk mengatasi seluruh permasalahan pangan tersebut di atas.

Karena ilmu Allah ini hanya diajarkan kepada orang-orang yang bertaqwa (QS 2:282), maka semoga kita semua termasuk didalamnya.
Aamiin YRA.

www.rumah-hikmah.com

coconut fiber indonesia - civet coffee beans luwak indonesia - rumah baru dekat tol di jatiasih - eksportir indonesia - solusi properti - rumah dinar - manufaktur indonesia - agribisnis indonesia - white copra indonesia - coconut coir pellets - jual panel beton murah siap pakai - jasa pasang panel beton - jual komponen nepel, mur, baut, spare parts ac, kuningan - komponen, nepel, mur, baut, ac, kuningan - industri manufaktur pengecoran kuningan - brass foundry casting manufacturer - brass billets, bullets, neple, nut, bolt, fitting, parts - tanah di kawasan strategis - rumah baru eksklusif dekat tol - rumah murah dekat tol - jual tanah di sudirman - jual tanah di kuningan - jual tanah dekat menteng - paket tour perjalanan wisata - apakah dinar emas - tanya jawab dinar - jual dinar - beli dinar - dinar emas -

Tulisan Terkait:

Info Bisnis:

Info Keuangan:


Description: Ketika Logika Manusia tidak sesuai dengan PetunjukNYA
Rating: 4.5
Reviewer: google.com
ItemReviewed: Ketika Logika Manusia tidak sesuai dengan PetunjukNYA
SelengkapnyaKetika Logika Manusia tidak sesuai dengan PetunjukNYA

Melatih hewan ternak domba

Posted by Noer Rachman Hamidi


Binatang cerdas pada umumnya seperti kambing atau domba dapat memiliki cukup kecerdasan untuk bisa diajari melaksanakan tugas-tugas tertentu. Kambing di peternakan Jonggol Farm misalnya, mereka sudah 5 tahun ini  bisa bergantian minum dari  tempat minum khusus yang disiapkan untuk mereka. Mereka juga bisa baris secara sukarela pagi dan sore setiap dilepas dari kandangnya untuk menuju area pemerahan susu. Maka teknik yang sama kami gunakan untuk melatih domba-domba untuk apa yang kami sebut penggembalaan presisi atau precision grazing.

Penggembalaan presisi adalah melatih hewan ternak khususnya domba untuk bisa digembalakan ditempat-tempat khusus, dimana dia tidak boleh memakan tanaman-tanaman disekitarnya dan tidak boleh melewati wilayah tertentu.

Teknik yang kami gunakan sederhana saja untuk menyesuaikan dengan tingkat kecerdasan domba-domba ini – yaitu teknik pembiasaan. Misalnya untuk memberi batas tanaman yang tidak boleh dimakan kami gunakan pagar bambu. Maka setiap kali mereka berusaha makan tanaman didalam pagar bambu tersebut, domba harus dihalau.

Untuk membatasi wilayah yang tidak boleh dilalui kami gunakan paranet (agar mudah digulung dan dipindah-pindahkan), maka setiap kali mereka berusaha menerobos paranet – domba-domba tersebut juga dihalau.

Dengan pembiasaan semacam ini domba-domba yang kita gembalakan tersebut lama-kelamaan akan tahu bahwa tanaman didalam pagar bambu tidak boleh dimakan, dan wilayah yang dibatasi paranet adalah bukan wilayah mereka.

Lantas apa manfaatnya penggembalaan presisi ini ? Kebun bisa kita kelola dengan sangat intensif karena kita bisa menanam tanaman-tanaman baru yang masih muda tanpa takut tanaman tersebut dimakan oleh domba-domba yang kita gembalakan disekitarnya.

Pada saat yang bersamaan - sambil makan rumput di sekitar tanaman-tanaman muda – domba-domba tersebut juga menebarkan pupuk organik terbaiknya. Dari sinilah pohon-pohon zaitun, kurma,  anggur dan segala jenis buah-buahan insyaAllah akan tumbuh terbaik seperti yang diisyaratkan di surat An-Nahl ayat 10-11.

Jadi penggembalaan presisi memberi manfaat bukan hanya untuk sekedar memberi makan pada domba-domba tersebut dengan sumber daya rumput yang ada di mana-mana, tetapi juga memperbaiki kesuburan lahan dimana domba-domba tersebut digembalakan.

Dari aplikasi penggembalaan presisi ini kemudian akan terbuka peluang lebar untuk kita semua, berikut beberapa diantaranya :

  1. Di kanan kiri tiga ruas tol  Jagorawi, Cikampek dan Cipularang saja dengan total panjang sekitar 165 km sudah cukup untuk menggembalakan sekitar 66,000 domba secara berkelanjutan. Bayangkan dengan peluang ekonominya, bila selama ini pengelola jalan tol membayar orang untuk membabat rumput kemudian mengubahnya dengan membayar orang yang sama tetapi kali ini untuk menggembala domba di tempat mereka biasa bekerja !
  2. Peluang yang sama tersebut akan menjadi sangat besar bila di-elaborasi lebih lanjut karena di Indonesia  menurut Bappenas panjang jalan tol akan mencapai 1,710 km tahun 2014 ini. Lebih besar lagi di kanan kiri jalur kereta api yang kini panjangnya mencapai 4,678 km.
  3. Di komplek-komplek perumahan besar dan di padang-padang golf selama ini dikeluarkan biaya yang besar hanya untuk menjaga kerapian rumput-rumputnya. Bagaimana kalau tempat-tempat tersebut digunakan untuk penggembalaan secara presisi ? selain rumputnya akan terpotong rapi, padang rumput yang ada akan terlestarikan dengan sendirinya oleh pupuk organik yang ditebar oleh domba-domba gembalaan sambil mereka makan.
  4. Pernah dihitung oleh rekan saya yang kepala cabang Bank Indonesia di Riau, bahwa di area kebun sawit di propinsi Riau saja ada potensi ekonomi senilai Rp 1,000 trilyun - bila lahan-lahan sawit tersebut juga digunakan untuk menggembala domba (bukan sapi !).

Peluang-peluang besar ini tentu saja akan tinggal peluang bila kita tidak melakukan langkah-langkah untuk mengelaborasinya, Alhamdulillah langkah-langkah awal itu kini telah bener-bener kita mulai – yaitu dengan melatih domba-domba kita untuk bisa digembalakan secara presisi. InsyaAllah.


agribisnis indonesia, alfaafa, sejarah alfaafa, desain pertanian qurani, resolusi pertanian, resolusi peternakan, budidaya tanaman zaitun, budidaya tanaman kurma, membangun ketahanan pangan, kemakmuran umat memakmurkan petani kebun quran

Rumah Hikmah, www.rumah-hikmah.com

Tulisan Terkait:

Info Bisnis:

Info Keuangan:



Binatang cerdas pada umumnya seperti kambing atau domba dapat memiliki cukup kecerdasan untuk bisa diajari melaksanakan tugas-tugas tertentu. Kambing di peternakan Jonggol Farm misalnya, mereka sudah 5 tahun ini  bisa bergantian minum dari  tempat minum khusus yang disiapkan untuk mereka. Mereka juga bisa baris secara sukarela pagi dan sore setiap dilepas dari kandangnya untuk menuju area pemerahan susu. Maka teknik yang sama kami gunakan untuk melatih domba-domba untuk apa yang kami sebut penggembalaan presisi atau precision grazing.

Penggembalaan presisi adalah melatih hewan ternak khususnya domba untuk bisa digembalakan ditempat-tempat khusus, dimana dia tidak boleh memakan tanaman-tanaman disekitarnya dan tidak boleh melewati wilayah tertentu.

Teknik yang kami gunakan sederhana saja untuk menyesuaikan dengan tingkat kecerdasan domba-domba ini – yaitu teknik pembiasaan. Misalnya untuk memberi batas tanaman yang tidak boleh dimakan kami gunakan pagar bambu. Maka setiap kali mereka berusaha makan tanaman didalam pagar bambu tersebut, domba harus dihalau.

Untuk membatasi wilayah yang tidak boleh dilalui kami gunakan paranet (agar mudah digulung dan dipindah-pindahkan), maka setiap kali mereka berusaha menerobos paranet – domba-domba tersebut juga dihalau.

Dengan pembiasaan semacam ini domba-domba yang kita gembalakan tersebut lama-kelamaan akan tahu bahwa tanaman didalam pagar bambu tidak boleh dimakan, dan wilayah yang dibatasi paranet adalah bukan wilayah mereka.

Lantas apa manfaatnya penggembalaan presisi ini ? Kebun bisa kita kelola dengan sangat intensif karena kita bisa menanam tanaman-tanaman baru yang masih muda tanpa takut tanaman tersebut dimakan oleh domba-domba yang kita gembalakan disekitarnya.

Pada saat yang bersamaan - sambil makan rumput di sekitar tanaman-tanaman muda – domba-domba tersebut juga menebarkan pupuk organik terbaiknya. Dari sinilah pohon-pohon zaitun, kurma,  anggur dan segala jenis buah-buahan insyaAllah akan tumbuh terbaik seperti yang diisyaratkan di surat An-Nahl ayat 10-11.

Jadi penggembalaan presisi memberi manfaat bukan hanya untuk sekedar memberi makan pada domba-domba tersebut dengan sumber daya rumput yang ada di mana-mana, tetapi juga memperbaiki kesuburan lahan dimana domba-domba tersebut digembalakan.

Dari aplikasi penggembalaan presisi ini kemudian akan terbuka peluang lebar untuk kita semua, berikut beberapa diantaranya :

  1. Di kanan kiri tiga ruas tol  Jagorawi, Cikampek dan Cipularang saja dengan total panjang sekitar 165 km sudah cukup untuk menggembalakan sekitar 66,000 domba secara berkelanjutan. Bayangkan dengan peluang ekonominya, bila selama ini pengelola jalan tol membayar orang untuk membabat rumput kemudian mengubahnya dengan membayar orang yang sama tetapi kali ini untuk menggembala domba di tempat mereka biasa bekerja !
  2. Peluang yang sama tersebut akan menjadi sangat besar bila di-elaborasi lebih lanjut karena di Indonesia  menurut Bappenas panjang jalan tol akan mencapai 1,710 km tahun 2014 ini. Lebih besar lagi di kanan kiri jalur kereta api yang kini panjangnya mencapai 4,678 km.
  3. Di komplek-komplek perumahan besar dan di padang-padang golf selama ini dikeluarkan biaya yang besar hanya untuk menjaga kerapian rumput-rumputnya. Bagaimana kalau tempat-tempat tersebut digunakan untuk penggembalaan secara presisi ? selain rumputnya akan terpotong rapi, padang rumput yang ada akan terlestarikan dengan sendirinya oleh pupuk organik yang ditebar oleh domba-domba gembalaan sambil mereka makan.
  4. Pernah dihitung oleh rekan saya yang kepala cabang Bank Indonesia di Riau, bahwa di area kebun sawit di propinsi Riau saja ada potensi ekonomi senilai Rp 1,000 trilyun - bila lahan-lahan sawit tersebut juga digunakan untuk menggembala domba (bukan sapi !).

Peluang-peluang besar ini tentu saja akan tinggal peluang bila kita tidak melakukan langkah-langkah untuk mengelaborasinya, Alhamdulillah langkah-langkah awal itu kini telah bener-bener kita mulai – yaitu dengan melatih domba-domba kita untuk bisa digembalakan secara presisi. InsyaAllah.


agribisnis indonesia, alfaafa, sejarah alfaafa, desain pertanian qurani, resolusi pertanian, resolusi peternakan, budidaya tanaman zaitun, budidaya tanaman kurma, membangun ketahanan pangan, kemakmuran umat memakmurkan petani kebun quran

Rumah Hikmah, www.rumah-hikmah.com

Tulisan Terkait:

Info Bisnis:

Info Keuangan:


Description: Melatih hewan ternak domba
Rating: 4.5
Reviewer: google.com
ItemReviewed: Melatih hewan ternak domba
SelengkapnyaMelatih hewan ternak domba